Wednesday, November 18, 2009

Sepuluh Pemain Terbaik Yang Tak Pernah Ke Piala Dunia


Inilah sepuluh pemain terbaik dunia yang tidak pernah tampil ke Piala Dunia


Adalah sebuah kebanggaan buat seorang pemain sepakbola profesional jika bisa membela negaranya di pentas Piala Dunia.

Tapi modal kehebatan individu serta deretan prestasi mentereng ternyata tidak selamanya berbanding lurus untuk menjadi jaminan tampil di Piala Dunia.

Berikut ini, GOAL.com Indonesia mempunyai sederet catatan siapa-siapa saja pemain hebat dengan segudang prestasi yang tidak pernah merasakan seperti apa suka maupun duka bersaing di Piala Dunia. Siapa-siapa sajakah mereka?


1. Alfredo Di Stefano
(Argentina/Kolombia/Spanyol)


Tak ada yang pernah menyangsikan kemampuan Alfredo Di Stefano selagi masih berstatus sebagai pemain. Sosok kelahiran Barrancas, Argentina, 4 Juli 1926, ini dapat dikatakan sebagai pemain paling menonjol di dekade 1940 hingga 1960-an.

Di level klub, Di Stefano tercatat pernah membela River Plate (Argentina), Millonarios (Kolombia), Real Madrid (Spanyol), dan Espanyol (Spanyol). Sedangkan di pentas internasional, pemain yang berperan sebagai striker ini justru pernah tiga kali mengenakan seragam timnas. Mulai dari Argentina, Kolombia, sampai Spanyol.

Sayang, dari tiga negara yang pernah dibelanya tak ada satupun yang membawanya tampil di Piala Dunia. Kesempatan terakhirnya untuk tampil di Piala Dunia 1962 bersama Spanyol kandas gara-gara cedera yang dialaminya sebulan sebelum pesta sepakbola terakbar di jagat bumi dimulai.


2. George Best (Irlandia Utara)


Namanya begitu melegenda buat klub Manchester United. Bersama klub berjuluk Setan Merah, Best pernah dianugerahkan sebagai Pemain Terbaik Eropa 1968.

Walau prestasi yang berkilau di level klub, sayangnya pemain yang telah menutup usianya pada 25 November 2005 itu tidak pernah berkesempatan membawa negaranya tampil ke putaran final Piala Dunia.

Dari 4 kali kesempatan membela negaranya di putaran kualifikasi Piala Dunia, Best tidak pernah bisa menggapai impiannya untuk berlaga ke putaran final Piala Dunia.

Bahkan ketika negaranya melaju ke putaran final Piala Dunia 1982, Best yang saat itu berusia 36 tahun, hanya bisa menjadi penonton. Pelatih Irlandia Utara Billy Bingham ketika itu tidak menjadikan Best sebagai kekuatan utamanya untuk berlaga di Spanyol.


3. George Weah (Liberia)


George Weah mungkin menjadi salah satu Pemain Terbaik Dunia sepanjang rentang 1991-2008 yang tak pernah bisa mencicipi atmosfer persaingan di pesta empat tahunan Piala Dunia. Liberia, sebuah negara yang berada di pesisir barat benua Afrika ini ternyata bukanlah tempat yang pas buat Weah.

Empat kali edisi Weah berkesempatan membela Liberia pada laga kualifikasi Piala Dunia -- mulai dari 1990, 1994, 1998, dan 2002 -- semuanya hanya berujung pada kegagalan saja. Predikat sebagai Pemain Terbaik Dunia, Eropa, serta Afrika, tidak memberikan jaminan kepada pemain berpostur 1,84 meter ini untuk tampil ke Piala Dunia.


4. Bern Schuster (Jerman)


Perselisihan dengan Asosiasi Sepakbola Jerman telah membawa sosok Bern Schuster harus pensiun muda dari kesempatan tampil memperkuat tim nasional. Ia mundur ketika usianya masih 24 tahun.

Padahal sebelumnya, Schuster ini pernah menjadi bagian dari sukses skuad Jerman Barat ketika menjuarai turnamen Piala Eropa 1980 di Italia. Sosok kelahiran Augsburg, Jerman, 22 Desember 1959 hingga kini tercatat sebagai salah satu pemain terbaik Eropa dalam lima dekade terakhir.


5. Mark Hughes (Wales)

Mark Hughes menjadi sederet pemain terbaik asal Wales yang sukses menorehkan pamornya di level klub Eropa. Sukses yang telah diukirnya bersama klub-klub Inggris seperti Manchester United, Chelsea maupun Blackburn Rovers, ternyata tidak berimbas dengan hasil yang didapatkannya saat membela negaranya di pentas internasional.

Sempat tampil di dalam empat kesempatan laga kualifikasi Piala Dunia, sosok yang akrab disapa Sparky ini ternyata tidak pernah bisa membawa Wales lolos ke putaran final Piala Dunia 1986, 1990, 1994, maupun Piala Dunia 1998.


6. Eric Cantona (Prancis)

Emosi yang kerap meletup-letup menjadi hambatan paling besar buat Eric Cantona tampil ke Piala Dunia. Salah satu penyandang predikat '100 League Legend' ini telah tersisih dari skuad Aime Jacquet ketika Prancis menjadi juara Piala Dunia 1998.

Insiden tendangan Kungfu yang dilakukan di Selhurst Park pada Januari 1995 telah membuat Jacquet mencoret Cantona dari pasukan les Bleus.

Setelah hukuman insiden Selhurst Park dibayar lunas, Cantona justru kehilangan perannya di level internasional. Jacque lebih memilih Zinedine Zidane ketimbang memanggil kembali King Cantona.


7. Ryan Giggs (Wales)


Buat Wales, nama Ryan Giggs pernah dicatat sebagai pemain paling muda yang pernah tampil di level internasional. Tetapi hingga pengumuman pensiun dari timnas pada 2007, Giggs tetap tidak tidak pernah bisa membawa negaranya melaju ke Piala Dunia.

Padahal sebagai seorang pemain, seabrek gelar telah didapatkannya bersama Manchester United. Tapi sayang, dewi fortuna tetap tidak berpihak kepadanya setiap kali tampil bersama Wales. Dari empat kali kesempatan, Giggs paling banter hanya mampu membawa Wales sampai babak penyisihan grup kualifikasi Piala Dunia saja.


8. Jari Litmanen (Finlandia)

Di tanah kelahirannya, Jari Litmanen merupakan pemain paling yang paling menonjol pada saat ini. Oleh Asosiasi Sepakbola Finlandia, pemain berjuluk The King ini telah dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam 50 tahun terakhir.

Selain anugerah dari dalam negeri, pemain yang disebut-sebut sebagai pemain gelandang serang terbaik di dunia itu, pernah membawa Ajax Amsterdam dan Liverpool meraih gelar bergengsi di pentas domestik maupun Eropa.

Tapi dari sekian banyak prestasi yang telah dibuat di level klub, Litmanen tetap tidak pernah bisa membawa negaranya tampil ke Piala Dunia.

Kesempatan terakhirnya untuk membawa Finlandia tampil ke putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan kandas setelah kalah bersaing dengan Jerman dan Rusia di penyisihan Grup 4.


9. Ian Rush (Wales)


Mantan pemain Liverpool ini menjadi salah satu pemain berbakat dunia yang tidak pernah tampil ke Piala Dunia. Ian Rush seakan menjadi deretan pemain top dengan segudang prestasi menonjol di level klub, tetapi selalu gagal setiap kali mengenakan kostum tim nasional Wales.

Rush empat kali berkesempatan membawa Wales untuk tampil ke Piala Dunia. Tapi dari empat kualifikasi Piala Dunia pada 1982, 1986, 1990, 1994, penyerang haus gol ini justru menjadi mesin tumpul ketika beraksi di kancah internasional.


10. Matt Le Tissier (Inggris)


Matt Le Tissier merupakan seorang pemain gelandang serang dengan kemampuan teknik yang mumpuni. Di kompetisi Liga Primer Inggris, namanya tercatat sebagai pemain gelandang pertama yang dapat membuat gol sampai 110 gol.

Selain itu, pemain yang pernah merumput bersama Southampton ini dikenal sebagai pemain spesialis penendang penalti terhebat. Dari 49 kali kesempatan, hanya sekali saja Le Tissier gagal mengeksekusinya menjadi gol.

Sayangnya, bekal kemampuan itu ternyata tidak muncul ketika Le Tissier bergabung bersama tim nasional Inggris. Dari delapan kali kesempatan mengenakan seragam Three Lions, tak ada satupun gol yang bisa dibuatnya.

Sedangkan ketika dirinya bisa membuat hat-trick ke gawang Rusia saat membela tim Inggris-B, pelatih Glenn Hoddle tetap tidak berminat untuk menjadikan Le Tissier sebagai skuad Inggris untuk tampil ke Piala Dunia 1998 di Prancis.

No comments:

Post a Comment